Alat Pendeteksi Warna
Uang dengan RGB
Berbasis ATmega8
Disusun Oleh:
Michel Ariande's Wau NIM :09101152620205
JURUSAN SISTEM KOMPUTER
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UPI-YPTK PADANG
2013
Kata Pengantar
Syukur Kepada Tuhan, dengan rahmat dan hidayah-NYA Allah Yang Maha Esa. sehinga Peroyek
Akhir Semester III Sistem Komputer Upi-Yptk Padang dengan judul “Aplikasi Pendeteksi Uang dengan Warna Berbasis ATmega8” terselesaikan, walaupun tidak sedikit ada hambatan maupun kesulitan.
Peroyek
Akhir ini adalah salah satu persyaratan untuk menyelesaikan mata kuliah
Mikrokontroler di semester III Sistem Komputer Upi-Yptk Padang.
Dimana dalam penyusunanya didasarkan atas teori yang didapatkan di
semester III, serta bimbing yang terus menerus dari Dosen pengampuh
mata kuliah Mikrokontroler dan jugak Dosen mata kuliah Bahasa Indonesia
yang memberikan teknik pembuatan laporan serta pembuatan proposal yang
baik.
Kami
punsadar bahwa penulisan laporan Proyek Akhir ini masih belum sempurna
dan masih ada yang perlu diperbaiki. Saran, keritik dan, masukan yang
membangun dari semua pihak sangat membantu kami untuk pengembangan lebih
lanjut. Akhirnya, kami berharap agar Peroyek Akhir semester III ini
dapat bermamfaat bagi semua pihak, jika ada kata-kata kami yang kurang
berkenan serta terdapat kesalahan dalam penulisan Peroyek Akhir ini,
kami mohon maaf sebesar-besarnya.
Penulis
i
DAFTAR ISI
Halaman Judul
Kata pengantar ………………………………………………………………………………i
Daftar isi …………………………………………………………………………………………ii
BAB I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ……………………………………………………………….1
1.2. Perumusan Masalah …………………………………………………………..2
1.3. Batasan Masalah ……………………………………………………………….2
1.4. Tujuan dam Mamfaat …………………………………………………………2
1.5. Metodologi ………………………………………………………………………2
1.6. Sistematika Penulisan …………………………………………………………3
BAB II. LANDASAN TEORI
2.1 Umum ……………………………………………………………………………….4
2.2 Mikrokontroler Atmga85
2.2.1 Konfigurasi Kaki-kaki Mikrokontroler Atmega85
2.2.2 Diagram Blok Atmega86
2.2.3 Time/Counter7
2.2.4 ADC7
2.3 Prosedur Pengisian Program ke IC Mikrokontroler7
2.4 Bahasa C8
2.5 LED and Photodioda 9
2.6 LCD 10
BAB III. PERANCANGAN DAN PEMBUATAN HARD WARE
3.1 Spesifikasi Perancangan 11
3.2 Perancangan Perangkat Keras 12
3.3 Perancangan Umum 13
3.4 Perancangan Sensor 13
3.5 Perancangan LED RGB dan LCD 14
3.6 Perancangan Catu Daya14
3.7 Perancangan Perangkat Lunak15
BAB IV. PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA
4.1 Pengujian Perangkat Lunak 16
4.2 Pengujian Perangkat Keras Mikrokontroler Atmega8 19
4.3 Pengujian Perangkat Sensor 20
BAB V. PENUTUP
5.1 Kesimpulan21
5.2 Saran22
Daftar Pustaka
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Begitu cepat
perkemnagan ilmu pengetahwan pada dewasa ini, terutama dalam
pengetahwan teknologi yang setiap menitnya selalu ada enopasi – enopasi
yang terbaru yang langsung turun ke pasaran. Dan juga pada era ini Ilmu
Pengetahwan dan Teknologi (IPTEK) tersebut, manusia
dituntut terutama mahasiswa sebagai insan yang intlektual yang sebagai
penerus cita-cita bangsa dituntut untuk mampu mengembangkan daya pikir,
kemampuan dan kareatifitas serta diharapkan untuk mengikuti perkembangan
ilmu pengetahwan dan teknologi yang begitu cepat perkembangannya.
Karena
begitu pesat perkembangan teknologi pada zaman era ini, maka itu kami
dari mahasiswa ikut ambil andil dalam kemajuan ilmu pengetahwan dan
teknologi ini, yang mana kami mahasiswa Teknik Elektro Politeknik Negeri
Batam diharapkan untuk membuat suatu alat bagian dari Peroyek Akhir
Semester III. Diamana dalam hal ini kami mengangkat tema yang berjudul
“Alat Pendeteksi Warna Uang yang berbasis Atmega8”, alat ini bisa
mendeteksi 3 (tiga) warna uang sekaligus menampilkan nilai uang yang
ditampilkan melalui LCD 2×16.
Alat ini
bisa digunakan untuk mempermudah para pedagang yang berjaualan di
tepat-tmpat umum yang selalu ramai dengan para pengunjung sepertai,
bandara, pelabuhan maupun di taman-taman kota. Alat ini di aplikasikan
pada lemari es yang berpintu kaca bening yang sering digunakan pada
minimarket maupun di kantin kampus. Diluar negeri alat seperti ini
dinamakan pending mesin, yang mana alat seperti ini selalu ditaruh pada tempat – keramaian keramaian.
1
1.2. Perumusan Masalah
Adapun permasalahan yang diangkat dalam Proyek Akhir Semester III ini adalah sebagi berikut:
-
Bagaimana membuat alat pendeteksi warna uang yang dari warna analog
yang dibaca ke digital, yang berdasarkan dengan dasar-dasar warna
digital RGB (Red, Green, Blue ).
-
Bagaimana merancang instruksi masukan (perangkat lunak) dalam ATmega8,
dalam melakukan proses jalanya alat sesuai dengan yang telah
direncanakan.
1.3. Batasan Masalah
Agar lebih memfokuskan pembahasan dari permasalahan yang ada, maka permasalahan akan dibatasi sebagi berikut:
1. Alat yang dibuat berbasis mikrokontroler ATmega8.
2. Dalam mendeteksi inputan mengunakan sensor yang di koneksik ke
port mikrokontroler ATmega8.
3. Rangkaian catu daya sebagai sumber listrik bagi peralatan yang dibuat.
1.4. Tujuan dam Manfaat
Adapun tujuan yang ingin dicapai dari pembuatan alat ini adalah:
- Membuat perangkat keras (hardware) alat pendeteksi warana uang.
- Membuat perangkat lunak (software) dengan baik sehingga dapat menjalankan alat pendeteksi warna uang.
1.5. Metodologi
Metodelogi yang digunakan dalam melaksanakan Proyek Akhir Semester III ini adalah:
- Menentukan masalah dan pencarian ide – ide perancang.
- Mencari dan mempelajari teori – teori dari pustaka.
- Pembuatan blok diagram dari system.
- Merealisasikan alat dari belok diagram yang telah dibuat.
- Menganalisa alat yang telah dibuat.
- Menyusun kesimpulan dan menyusun laporan proyek akhir semester III.
2
1.6. Sistematika Penulisan
Proyek akhir semester III ini terdiri beberapa bab serta lampiran dengan susunan sebagai berikut:
BAB I : PENDAHULUAN
Menjelaskan tujuan dan kegunan alat yang akan dibuat yaitu alat
pendeteksi warna uang yang berbasis Atmega8.
BAB II : LANDASAN TEORI
Membahas dasar – dasar teori penunjang, antaralain mengenai
Mikrokontroler Atmega8 dan rangkaian – rangkai elektronika
lainya.
BAB III : PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT
Menerangkan tentang peranjangan alat yang dibuat, uraian dasar
perancangan secara elektronik dan membahas tentang program
pembuatan.
BAB IV : PENGUJIAN ALAT
Membahas tentang pengujian – pengujian system yang sudah
dibuat.
BAB V : PENUTUP
Merupakan bagian penutup yang berisi kesimpulan dan saran
yang bermamfaat bagi pengembangan lebih lanjut.
3
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Umum
Mikrokontroler
merupakan system komputer yang seluruh atau sebagian besar elmennya
dikemas dalam satu chip IC, atau sering jugak di sebut single chip
mikrokomputer. Mikrokontroler dapat dikelompokan dalam satu keluarga,
masing-masing mikokontroler mempunyai spesifikasi tersendiri namun masih
kompitebel dalam pemogramannya. Sebagai teknologi baru yaitu teknologi
semikonduktor dengan kandungan transistor yang lebih banyak namun hanya
membutuhkan ruang yang kecil serta dapat diproduksi missal (dalam jumlah
yang banyak) sehingga jauh lebih murah dibandingkam dengan
mikroprosesor.
Bukan
seperti komputer, yang mampu menangani bermacam program aplikasi seperti
pengolahan data, pengolahan angka dan sebagainya. Sedangkan
mikrokontroler nanya dapat digunakan untuk satu aplikasi tertentu saja
(hanya satu program saja yang bisa disimpan) dan perbedaan lainya
terletak pada perbandingan RAM (random Acces Memory) dan ROM (Read Only
Memory). Dalam system komputer perbandingan RAM dan ROM-nya lebih besar,
artinya program – program penguat disimpan dalam RAM yang relative
besar, sedangkan rutin – rutin antar muka perangkat keras disimpan dalam
ROM yang kecil. Sedangkan pada mikrokontroler, perbandingan ROM dan
RAM-nya lebih besar, program control disimpan dalam ROM (Bias Masked ROM
atau Flash PEROM) yang ukuranya relative besar, sedngkan RAM tempat
penyimpanan sementara.
4
2.2 Mikrokontroler Atmga8
ATmega8
adalah mikrokontroler CMOS 8-bit berarsitektur AVR RISC yang memiliki 8K
Bytes In-System Programmable Flash. Mikrokontroler dengan konsumsi daya
rendah ini mampu mengeksekusi instruksi dengan kecepatan maksimum 16
MIPS pada frekuensi 16MHz. Berikut adalah fitur selengkapnya dari AVR
ATmega8.
2.2.1 Konfigurasi Kaki – kaki Mikrokontroler Atmega8
Gambar 2.1 : Kompigurasi Kaki-kaki Atmega8
5
2.2.2 Diagram Blok Atmega8
Gambar 2.2 : Diagram Blok Atmega8
6
2.2.3 Time/Counter
Mikrokontroler ATmega8 memiliki taimer 16 bit. Timer ATmega8 memiliki 3 (tiga) fungsi umum yaitu :
- Menghitung waktu antara dua kejadian.
- Menghitung jumlah kejadian itu sendiri.
- Membangkitkan bound rate untuk serial port.
Kedua timer
tersebut yaitu TIMER 0 dan TIMER 1. Kedua timer saling berbagi dua macam
SFR (Special Function Register) yang mengontrol timer masing – masing
timer memiliki dua macam SFR yang spesifik, yaitu TH0/TL0, untuk timer 0
dan TH1/TL1 untuk taimer 1.
2.2.4 ADC
ADC adalah
singkatan dari Analog to Digital Converter. Fungsinya merubah data
analog menjadi digital sehingga dapat diproses oleh mikrokontroller.
2.3 Prosedur Pengisian Program ke IC Mikrokontroler
Adapu prosudur atau tata cara pengisian program ke mikrokontroler Atmega8 adalah sebagai berikut :
-
Program dibuat dalam bahasa C yang ditulis di Code Vision AVR, namun
bisa juga diketik dengan mengunakan editor yang mendukung dalam
pengisian program pada mikrokontroler ATmega8.
-
Pada saat penyimpanan program yang dibuat sebaiknya disimpan pada satu
folder, tujuannya agar supaya pada saat membutuhkan program yang telah
dibuat dapat langung mendownloadnya.
-
Program yang telah disimpan harus di komplikasi (compiler), tujuannya
agar program yang kita simpan menjasdi bahasa mesin sehingga dimegerti
oleh mikrokontroler, dengan menekan F9.
- Sebelum melakukan kompilasi trlebih dahulu melakukan pengecekan terhadap error pada program yang dibuat.
-
Untuk mulai mengisi atau mendownload program ke mikrokontroler langsung
dengan Code Vision AVR, dengan cara menekan Ctrl+F9 maka tampil dilayar
proses pengisian programing pada mikrokontroler tungu sampai pengisian
100%.
7
2.4 Bahasa C
Untuk
menjelaskan sistem dari peralatan yang dirancang di perlukan perangkat
lunak (software) yang disusun dengan diagram alir (flowchart) dengan
mengunakan bahasa C Atmega8 :
- Struktur Program Bahasa C
- Tipe Data
Gambar 2.3 : Tabel Tipe Data CodeVisionAVR C
8
2.5 LED dan Photodioda
Sensor LED
Photodioda merupakan sensor yang bekerja ketika ada cahaya LED yang
dibiaskan pada photodioda. Sensor ini sebagai tempat menempelkan uang
kertas yang mana warna dan nilai dari uang tersebut akan ditampilkan
dari dua keluaran yaitu LED dan LCD.
Gambar 2.3 : Sensor LED Photodioda
9
2.6 LCD
Keluaran
dari mikrokontroler yang dari analog ke tampilan digital adalah LCD 2×16
yang mana menampilkan data dari masukan (input) yang diproses oleh
minimum system berbasis Atmega8.
Gambar 2.4 : LCD 2×16
10
BAB III
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN HARD WARE
3.1 Spesifikasi Perancangan
Alat ini
merupakan pendeteksi warna uang yang brbasis mikrokontroler Atmega8.
Adapun perencanaan dan pembuatan system ini dibagi menjadi dua bagian
yaitu pembuatan harware dan pembuatan software.
Blok diagram
perancangan dan pembuatan system sensor dan kendali kontroler pada
protype alat pendeteksi warna uang kertas berbasis mikrokontroler
Atmega8 di tunjukan pada diagram blok dibawah ini :
Gambar 3.1 : Diagram Blok Alat
3.2 Perancangan Perangkat Keras
Diamana
dalam perancangan perangkat keras atau kesing alat, yang digunakan
adalah box hitam yang berdimensi, pada gambar di bawah ini :
Gambar 3.2 : Dimensi Box 2D Tampak Atas
Gambar 3.3 : Dimensi Box 3D dan Gambar Alat Pendeteksi Uang
3.3 Perancangan Umum
Minimum
system yang dirancang adalah minimum system yang dikendalikan oleh
mikrokontroler ATmega8 serta perangkat – perangkat pendukung untuk
membentuk sebuah minimum system.
Gambar 3.4 : Rangkaian Perancangan Minimumsistem Atmega8
3.4 Perancangan Sensor
Sensor RGB
kombinasi dari Photodioda dengan LED, yang mana LED berfungsi sebagai
pemberian cahaya yang di pantulkan ke photodioa sekaligus sebagai
masukan (input) data yang akan di masukan ke rangkaian minimum system.
Gambar 3.5 : Rangkaian Sebsor RGB
3.5 Perancangan LED RGB dan LCD
Rangkaian
LED RGB dan LCD digunakan sebagai keluaran (output) dari mikrokontroler
Atmega8 yang menampilkan data uang yang dimasukan. Rangkaian LED RGB
menampilkan warna uang yang dimasukan, rangkaian LCD sebagai penampilan
mata uang.
Gambar 3.6 : Rangkaian LED RGB
Gambar 3.7 : Rangkaian LCD
3.6 Perancangan Catu Daya
Dalam
pembuatan minimum system ini dibutuhkan catu daya yang fungsinya sebagai
sapplay tegangan pada rangkaian mikrokontroler, sensor, rangkaian LCD
dan, rangkaian LED RGB.
Gambar 3.8 : Rangkaian Power Supply 5V
3.7 Perancangan Perangkat Lunak
Untuk
menjalankan sistem dari peralatan yang dirancang diperlukan perangkat
lunak (software) yang disusun dalam diagram alir (flowchart) dan
menggunakan bahasa C Atmega8. Berikut gambar diagram alir (flowchart)
program :
Gambar 3.9 : Flowchart Perancangan Software Pendeteksi Warna Uang.
BAB IV
PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA
Setelah
melalui peroses perencanaan dan perancangan perangkat keras dan lunak,
selanjutnya dilakukan pengujian pada alat untuk memastikan alat bekerja
dengan baik. Pengujian dilakukan dengan cara mengaktifkan semua aplikasi
dan sudah berisikan masing – masing perintah, kemudian jumlah
keberhasilan kinerja pada alat yang telah dibuat. Pengujian ini
dilakukan dengan menggunakan multimeter.
4.1 Pengujian Perangkat lunak
Pengujian
perangkat lunak dapat dilakukan dengan cara melihat hasil yang
dikeluarkan oleh alat apakah sudah sesuai dengan semestinya. Berikut
program dari alat pendeteksi warna uang yang berbasis mikrokontroler
Atmega8, sebagai berikut :
#include <mega8.h>
#include <delay.h>
#include <stdio.h>
// Alphanumeric LCD Module functions
#asm
.equ __lcd_port=0×12 ;PORTD
#endasm
#include <lcd.h>
#include <delay.h>
#define ADC_VREF_TYPE 0×60
// Read the 8 most significant bits
// of the AD conversion result
unsigned char read_adc(unsigned char adc_input)
{
ADMUX=adc_input | (ADC_VREF_TYPE & 0xff);
// Delay needed for the stabilization of the ADC input voltage
delay_us(10);
// Start the AD conversion
ADCSRA|=0×40;
// Wait for the AD conversion to complete
while ((ADCSRA & 0×10)==0);
ADCSRA|=0×10;
return ADCH;
}
// Declare your global variables here
char buf[33];
void ambil_data()
{
lcd_clear();
lcd_gotoxy(0,0);
sprintf(buf,”%d %d %d”,read_adc(3),read_adc(4),read_adc(5));
lcd_puts(buf);
delay_ms(100);
}
void main(void)
{
// Declare your local variables here
// Input/Output Ports initialization
// Port B initialization
// Func7=Out Func6=Out Func5=Out Func4=Out Func3=Out Func2=Out Func1=Out Func0=Out
// State7=0 State6=0 State5=0 State4=0 State3=0 State2=0 State1=0 State0=0
PORTB=0×00;
DDRB=0xFF;
// Port C initialization
// Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In
// State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T
PORTC=0×00;
DDRC=0×00;
// Port D initialization
// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In
// State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T
PORTD=0×00;
DDRD=0×00;
// Timer/Counter 0 initialization
// Clock source: System Clock
// Clock value: Timer 0 Stopped
TCCR0=0×00;
TCNT0=0×00;
// Timer/Counter 1 initialization
// Clock source: System Clock
// Clock value: 15,625 kHz
// Mode: Ph. correct PWM top=00FFh
// OC1A output: Non-Inv.
// OC1B output: Non-Inv.
// Noise Canceler: Off
// Input Capture on Falling Edge
// Timer 1 Overflow Interrupt: Off
// Input Capture Interrupt: Off
// Compare A Match Interrupt: Off
// Compare B Match Interrupt: Off
TCCR1A=0xA1;
TCCR1B=0×05;
TCNT1H=0×00;
TCNT1L=0×00;
ICR1H=0×00;
ICR1L=0×00;
OCR1AH=0×00;
OCR1AL=0×00;
OCR1BH=0×00;
OCR1BL=0×00;
// Timer/Counter 2 initialization
// Clock source: System Clock
// Clock value: 15,625 kHz
// Mode: Phase correct PWM top=FFh
// OC2 output: Non-Inverted PWM
ASSR=0×00;
TCCR2=0×67;
TCNT2=0×00;
OCR2=0×00;
// External Interrupt(s) initialization
// INT0: Off
// INT1: Off
MCUCR=0×00;
// Timer(s)/Counter(s) Interrupt(s) initialization
TIMSK=0×00;
// Analog Comparator initialization
// Analog Comparator: Off
// Analog Comparator Input Capture by Timer/Counter 1: Off
ACSR=0×80;
SFIOR=0×00;
// ADC initialization
// ADC Clock frequency: 1000,000 kHz
// ADC Voltage Reference: AVCC pin
// Only the 8 most significant bits of
// the AD conversion result are used
ADMUX=ADC_VREF_TYPE & 0xff;
ADCSRA=0×84;
// LCD module initialization
lcd_init(16);
while (1)
{
if((read_adc(3)>8&&read_adc(3)<13)&&(read_adc(4)>136&&read_adc(4)<156)&&(read_adc(5)>8&&read_adc(5)<13))
{
lcd_gotoxy(0,0);lcd_putsf(“Rp.20.000,00-”);
lcd_gotoxy(0,1);lcd_putsf(“Warna Hijau”);
OCR2=255;
delay_ms(2000);
}
if((read_adc(3)>7&&read_adc(3)<10)&&(read_adc(4)>119&&read_adc(4)<136)&&(read_adc(5)>8&&read_adc(5)<11))
{
lcd_gotoxy(0,0);lcd_putsf(“Rp.50.000,00-”);
lcd_gotoxy(0,1);lcd_putsf(“Warna Biru”);
OCR1A=255;
delay_ms(2000);
}
if((read_adc(3)>19&&read_adc(3)<36)&&(read_adc(4)>49&&read_adc(4)<101)&&(read_adc(5)>15&&read_adc(5)<70))
{
lcd_gotoxy(0,0);lcd_putsf(“Rp.100.000,00-”);
lcd_gotoxy(0,1);lcd_putsf(“Warna Merah”);
OCR1B=255;
delay_ms(2000);
}
else {
lcd_clear();OCR1A=0;OCR1B=0;OCR2=0;
lcd_gotoxy(0,0);lcd_putsf(“Masukkan”);
lcd_gotoxy(0,1);lcd_putsf(“Uangnya !”);
delay_ms(100);
}
};
}
4.2 Pengujian Perangkat Keras Mikrokontroler Atmega8
Pengujian
mikrokontroller dapat kita lakukan dengan cara memasukkan program,
dimana program tersebut memerintahkan semua port untuk mengeluarkan
inputan 1 atau 5VDC, kemudian kita ukur tegangan yang keluar dari semua
port mikrokontroller dengan multimeter.
19
4.3 Pengujian Perangkat Sensor
Pengujian
perangkat sensor dapat kita lakukan dengan cara membuat program membaca
data input dari photodioda yang kemudian ditampilkan data tersebut ke
LCD display 16×2. pada saat photo dioda terkena cahaya maka nilai atau
data yang tampil di LCD bernilai kecil, sedangkan bila photodioda tidak
mendapatkan cahaya (gelap) maka nilainya akan besar.
Gambar 3.10 : Hasil Pengujian Alat Pendeteksi Warna Uang dengan
Nilai Uang 20.000, 50.000 dan, 100.000 Rupiah.
20
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari hasil perancangan dan pengujian alat peroyek akhir yang berjudul “Alat Pendeteksi Warna Uang Berbasis Mikrokontroler Atmega8”
maka dapat disimpulkan dan saran yang berguna untuk perkembangan proyek
akhir ini. Berdsarkan landasan teori yang dibahas pada BAB II serta
pengujian dan analisa yanng dibahas pada BAB IV, maka secara umum dapat
ditarik kesimpulan bahwa :
-
Bahwa komponen yang digunakan harus bener – bener dipilih sesuai dengan
fungsinya dan mempunyai kemampuan kerja maksimal seperti yang diharapkan
dalam perancangan.
- Bisa membuat protipe alat pendeteksi warna uang sesuai dengan yang diharapkan agar dapat dijalankan dengan sempurna.
-
Kekurangan dari alat ini adalah hanya bisa uang kertas dan warna yang
masih cerah, serta uang yang bisa terdeteksi oleh sensor adalah tempat
yang tertentu, seperti gambar uang berikut ini :
21
5.2 Saran
Untuk membuat alat pendeteksi warna uang berbasis mikrokontroler Atmeg8
yang dapat bekerja dengan baik sesuai dengan yang kita inginkan hal-hal yang perlu digaris bawahi adalah :
- Perancangan hardware harus bener-bener teratur dan teliti dalam hal pembuatan dan pengujian.
-
Pemilihan komponen untuk pencetakan PCB harus bener – bener diperhatikan
agar tidak terjadi terabel shoting yang terlalu besar.
-
Teknik pembuatan layout pada PCB diperlukan teknik yang teliti agar
tidak terjadinya pengulangan pembuatan layout yang berulang – ulang.
- Uang yang akan di baca oleh sensor harus bener – bener rapat.
22
Daftar Pustaka
Soebhakti Hendawan. 2009. “Sistem Mikrokontroler”.
Hartono Budi. 2007. “Perancangan dan Pembuatan Alat Pencuci Mobil Sedan”.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar