Halaman

Sabtu, 03 Agustus 2013

CARA MEMBUKA BLOKIR INTERNET NAWALA

BLOKIR INTERNET NAWALA

Jika Sobat tidak bisa membuka sebuah situs dan muncul sebuah pesan larangan, berarti jaringan internet Sobat diblokir melalui Nawala Project yang dioperasikan menkominfo. Nawala Project adalah sebuah layanan yang bebas digunakan oleh pengguna internet yang membutuhkan saringan konten negatif. Nawala Project secara spesifik akan memblokir jenis konten negatif yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan, nilai dan norma sosial, adat istiadat dan kesusilaan bangsa Indonesia seperti pornografi dan perjudian. Selain itu, Nawala Project juga akan memblokir situs Internet yang mengandung konten berbahaya seperti malware, situs phising (penyesatan) dan sejenisnya. Nawala menggunakan filter pada DNS. Untuk Sobat yang diblokir oleh Nawala, artinya Sobat di arahkan menggunakan DNS Nawala terlebih dahulu, lalu Nawala akan memfilter situs yang termasuk konten negatif atau tidak, jika termasuk konten negatif maka akan muncul halaman Nawala bahwa konten ini adalah konten negatif.

CONTOH GAMBAR PEMBLOKIRAN NAWALA

 



 CARA MENGATASI BLOKIR NAWALA:
1.BUKA KONTROL PANEL

 

  2. KLIK NETWORK dan INTERNET, KEMUDIAN NETWORK and SHARING CENTER, DAN KLIK CHANGE ADAPTER SETTINGS.


3. UNTUK MENGUBAH PENGATURAN KONEKSI, KONEKSI NIRKABLE KLIK KANAN WIRELES NETWORK, DAN KLIK PROPERTIES,







4. Pilih tab Networking. Di bawah koneksi ini menggunakan item berikut, pilih Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4, kemudian klik Properties.



5. Lalu pilih tab GENERAL, dibagian bawah , pindahkan titik dari “Obtain DNS server address automatically” ke bagian yg bawahnya yaitu “Use the following DNS server addresses:” Lalu ganti alamat tersebut dengan alamat IP dari DNS server Google: Untuk Preferred DNS server masukan : 8.8.8.8 Untuk Alternatif DNS server masukan :

 8.8.4.4 Kemudia tekan OK.
6. Sampai di tahap ini Sobat Sudah Terbebas dari BLOKER NAWALA...Hmmmmmm. Gampang kan..
7. Tahap akhir, Restart komputer/laptop sobat, Setelah menyala kembali
Buka Browser Sobat dan silahkan berselancar di dunia maya nan fana ini.... Demikian postingan kali ini Semoga Bermanfaat.
Jangan lupa klik Like yo...by:Ari wau,S.Kom.

 

Jumat, 02 Agustus 2013

Cara Memasukkan dan Mengolah Data Menggunakan SPSS

SPSS (Statistical Product and Service Solutions)

 

 

MENGENAL SPSS

SPSS adalah sebuah program aplikasi yang memiliki kemampuan analisis statistik cukup tinggi serta sistem manajemen data pada lingkungan grafis dengan menggunakan menu-menu deskriptif dan kotak-kotak dialog yang sederhana sehingga mudah untuk dipahami cara pengoperasiannya. Beberapa aktivitas dapat dilakukan dengan mudah dengan menggunakan pointing dan clicking mouse.

SPSS banyak digunakan dalam berbagai riset pemasaran, pengendalian dan perbaikan mutu (quality improvement), serta riset-riset sains. SPSS pertama kali muncul dengan versi PC (bisa dipakai untuk komputer desktop) dengan nama SPSS/PC+ (versi DOS). Tetapi, dengan mulai populernya system operasi windows. SPSS mulai mengeluarkan versi windows (mulai dari versi 6.0 sampai versi terbaru sekarang).

Pada awalnya SPSS dibuat untuk keperluan pengolahan data statistik untuk ilmu-ilmu social, sehingga kepanjangan SPSS itu sendiri adalah Statistikal Package for the Social Sciens. Sekarang kemampuan SPSS diperluas untuk melayani berbagai jenis pengguna (user), seperti untuk proses produksi di pabrik, riset ilmu sains dan lainnya. Dengan demikian, sekarang kepanjangan dari SPSS Statistical Product and Service Solutions.

SPSS dapat membaca berbagai jenis data atau memasukkan data secara langsung ke dalam SPSS Data Editor. Bagaimanapun struktur dari file data mentahnya, maka data dalam Data Editor SPSS harus dibentuk dalam bentuk baris (cases) dan kolom (variables). Case berisi informasi untuk satu unit analisis, sedangkan variable adalah informasi yang dikumpulkan dari masing-masing kasus.

Hasil-hasil analisis muncul dalam SPSS Output Navigator. Kebanyakan prosedur Base System menghasilkan pivot tables, dimana kita bisa memperbaiki tampilan dari keluaran yang diberikan oleh SPSS. Untuk memperbaiki output, maka kita dapat mmperbaiki output sesuai dengan kebutuhan. Beberapa kemudahan yang lain yang dimiliki SPSS dalam pengoperasiannya adalah karena SPSS menyediakan beberapa fasilitas seperti berikut ini:

  • Data Editor. Merupakan jendela untuk pengolahan data. Data editor dirancang sedemikian rupa seperti pada aplikasi-aplikasi spreadsheet untuk mendefinisikan, memasukkan, mengedit, dan menampilkan data.
  • Viewer. Viewer mempermudah pemakai untuk melihat hasil pemrosesan, menunjukkan atau menghilangkan bagian-bagian tertentu dari output, serta memudahkan distribusi hasil pengolahan dari SPSS ke aplikasi-aplikasi yang lain.
  • Multidimensional Pivot Tables. Hasil pengolahan data akan ditunjukkan dengan multidimensional pivot tables. Pemakai dapat melakukan eksplorasi terhdap tabel dengan pengaturan baris, kolom, serta layer. Pemakai juga dapat dengan mudah melakukan pengaturan kelompok data dengan melakukan splitting tabel sehingga hanya satu group tertentu saja yang ditampilkan pada satu waktu.
  • High-Resolution Graphics. Dengan kemampuan grafikal beresolusi tinggi, baik untuk menampilkan pie charts, bar charts, histogram, scatterplots, 3-D graphics, dan yang lainnya, akan membuat SPSS tidak hanya mudah dioperasikan tetapi juga membuat pemakai merasa nyaman dalam pekerjaannya.
  • Database Access. Pemakai program ini dapat memperoleh kembali informasi dari sebuah database dengan menggunakan Database Wizard yang disediakannya.
  • Data Transformations. Transformasi data akan membantu pemakai memperoleh data yang siap untuk dianalisis. Pemakai dapat dengan mudah melakukan subset data, mengkombinasikan kategori, add, aggregat, merge, split, dan beberapa perintah transpose files, serta yang lainnya.
  • Electronic Distribution. Pengguna dapat mengirimkan laporan secara elektronik menggunakan sebuah tombol pengiriman data (e-mail) atau melakukan export tabel dan grafik ke mode HTML sehingga mendukung distribusi melalui internet dan intranet.
  • Online Help. SPSS menyediakan fasilitas online help yang akan selalu siap membantu pemakai dalam melakukan pekerjaannya. Bantuan yang diberikan dapat berupa petunjuk pengoperasian secara detail, kemudahan pencarian prosedur yang diinginkan sampai pada contoh-contoh kasus dalam pengoperasian program ini.
  • Akses Data Tanpa Tempat Penyimpanan Sementara. Analisis file-file data yang sangat besar disimpan tanpa membutuhkan tempat penyimpanan sementara. Hal ini berbeda dengan SPSS sebelum versi 11.5 dimana file data yang sangat besar dibuat temporary filenya.
  • Interface dengan Database Relasional. Fasilitas ini akan menambah efisiensi dan memudahkan pekerjaan untuk mengekstrak data dan menganalisnya dari database relasional.
  • Analisis Distribusi. Fasilitas ini diperoleh pada pemakaian SPSS for Server atau untuk aplikasi multiuser. Kegunaan dari analisis ini adalah apabila peneliti akan menganalisis file-file data yang sangat besar dapat langsung me-remote dari server dan memprosesnya sekaligus tanpa harus memindahkan ke komputer user.
  • Multiple Sesi. SPSS memberikan kemampuan untuk melakukan analisis lebih dari satu file data pada waktu yang bersamaan.
  • Mapping. Visualisasi data dapat dibuat dengan berbagai macam tipe baik secara konvensional atau interaktif, misalnya dengan menggunakan tipe bar, pie atau jangkauan nilai, simbol gradual, dan chart. 

 
Menu yang terdapat pada SPSS adalah :
1.      FILE
      Untuk operasi file dokumen SPSS yang telah dibuat, baik untuk perbaikan pencetakan dan sebagainya. Ada 5 macam data yang digunakan dalam SPSS, yaitu :
            1.   Data             :  dokumen SPSS berupa data
            2.   Systax          :  dokumen berisi file syntax SPSS
            3.   Output          :  dokumen yang berisi hasil running out SPSS
            4.   Script            :  dokumen yang berisi running out SPSS
            5.   Database
                NEW            :  membuat lembar kerja baru SPSS
                OPEN          :  membuka dokumen SPSS yang telah ada
            Secara umum ada 3 macam ekstensi dalam lembar kerja SPSS, yaitu :
            1.   *.spo             :  file data yang dihasilkan pada lembar data editor
            2.   *.sav             :  file text/obyek yang dihasilkan oleh lembar output
3.  *.cht             :  file obyek gambar/chart yang dihasilkan oleh chart window
       Read Text Data     : membuka dokumen dari file text (yang berekstensi txt),    yang bisa dimasukkan/dikonversi dalam lembar data SPSS
         Save                      : menyimpan dokumen/hasil kerja yang telah dibuat.
                Save As                : menyimpan ulang dokumen dengan nama/tempat/type dokumen yang berbeda
         Page Setup           : mengatur halaman kerja SPSS
         Print                      : mencetak hasil output/data/syntaq lembar SPSS
                          Ada 2 option/pilihan cara mencetak, yaitu :
           -              All visible output           :mencetak lembar kerja secara keseluruhan
           -              Selection            : mencetak sesuai keinginan yang kita sorot/blok
         Print Preview        : melihat contoh hasil cetakan yang nantinya diperoleh
         Recently used data: berisi list file data yang pernah dibuka sebelumnya.
         Recently used file       : berisi list file secara keseluruhan yang pernah dikerjakan
2.      EDIT
      ­Untuk melakukan pengeditan pada operasi SPSS baik data, serta pengaturan/option untuk konfigurasi SPSS secara keseluruhan.
          Undo                    : pembatalan perintah yang dilakukan sebelumnya
    Redo                     : perintah pembatalan perintah redo yang dilakukan  sebelumnya
        Cut                       : penghapusan sebual sel/text/obyek, bisa dicopy untuk keperluan tertentu dengan perintah dari menu paste
      Paste                     : mempilkan sebua sel/text/obyek hasil dari perintah copy     atau cut
          Paste after            : mengulangi perintah paste sebelumya
          Paste spesial         : perintah paste spesial, yaitu bisa konvesri ke gambar,   word, dll
          Clear                     : menghapusan sebuah sel/text/obyek
          Find                      : mencari suatu text
          Options                 : mengatur konfigurasi tampilan lembar SPSS secara umum
3.      VIEW
      Untuk pengaturan tambilan di layar kerja SPSS, serta mengetahu proses-prose yang sedang terjadi pada operasi SPSS.
          Status Bar                   :   mengetahui proses yang sedang berlangsung
          Toolbar                        :   mengatur tampilan toolbar
          Fonts                           :   untuk mengatur jenis, ukuran font pada data editor SPSS
            -  Outline size              :   ukuran font lembar output SPSS
            -  Outline font             :   jenis font lembar output SPSS
          Gridlines                     :   mengatur garis sel pada editor SPSS
          Value labels                 :   mengatur tampilan pada editor untuk mengetahui value label
4.      DATA
      Menu data digunakan untuk melakukan pemrosesan data.
          Define Dates               :   mendefinisikan sebuah waktu untuk variable yang meliputi jam, tanggal, tahun, dan sebagainya
          Insert Variable            :   menyisipkan kolom variable
          Insert case                   :   menyisipkan baris
          Go to case                   :   memindahkan cursor pada baris tertentu
          Sort case                      :   mengurutkan nilai dari suatu kolom variable
          Transpose                    :   operasi transpose pada sebuah kolom variable menjadi baris
          Merge files                  :   menggabungkan beberapa file dokumen SPSS, yang dilakukan dengan penggabungan kolom-kolom variablenya
          Split file                      :   memecahkan file berdasarkan kolom variablenya
          Select case                   :   mengatur sebuah variable berdasarkan sebuah persyaratan tertentu
5.      TRANSFORM
      Menu transform dipergunakan untuk melakukan perubahan-perubahan atau penambahan data.
    Compute                     :   operasi aritmatika dan logika untuk
    Count                          :   untuk mengetahui jumlah sebuah ukuran data tertentu pada suatu baris tertentu  
    Recode                        :   untuk mengganti nilai pada kolom variable tertentu, sifatnya menggantikan (into same variable) atau merubah (into different variable) pada variable baru
    Categorize variable :    merubah angka rasional menjadi diskrit
    Rank case                    :   mengurutkan nilai data sebuah variabel
6          6.      ANALYSE
                  Menu analyse digunakan untuk melakukan analisis data yang telah kita masukkan ke dalam komputer. Menu ini merupakan menu yang terpenting karena semua pemrosesan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan menu correlate, compare mens, regresion.
7          7.      GRAPH
Menu graph digunakan untuk membuat grafik, diantaranya ialah bar, line, pie, dll
8          8.      UTILITIES
Menu utilities dipergunakan untuk mengetahui informasi variabel, informasi file, dll
9          9.      AD-ONS
Menu ad-ons digunakan untuk memberikan perintah kepada SPSS jika ingin menggunakan aplikasi tambahan, misalnya menggunakan alikasi Amos, SPSS data entry, text analysis, dsb
1        10.  WINDOWS
Menu windows digunakan untuk melakukan perpindahan (switch) dari satu file ke file lainnya
1        11.  HELP
Menu help digunakan untuk membantu pengguna dalam memahami perintah-perintah SPSS jika menemui kesulitan
       TOOL BAR                :   Kumpulan perintah – perintah yang sering digunakan dalam bentuk gambar.
       POINTER                   :   Kursor yang menunjukkan posisi cell yang sedang aktif / dipilih.


 Memasukkan dan mengolah data ke spss :
 Menu utama program SPSS ini ditunjukan pada lingkaran seperti yang tampak dibawah ini
 Tampilan layar SPSS ada 2 yaitu Data view dan variabel view yang dtunjukan dibawah ini

Data view adalah data yang tampilannya seperti exel, data view ini sebagai lembar kerja.
Untuk melihat tampilan data view,dengan meng-klik tulisan (data view)
Dan tampilannya sebagaiberikut :

Sedangkan variable view berperan sebagai definisi operasional yang hasilnya nanti akan terlihat di  data view. Untuk melihat tampilan variable view, dengan meng-klik (variable view) sepeti di tunjukan lingkaran merah,dan tampilan variable view seperti dbawah ini

 Inilah pengenalan Program SPSS secara garis besar.

Untuk mengenal SPSS lebih jauh, mari kita mencoba mengolah data menggunakan analisis regresi dengan menggunakan SPSS 12.0

Hal pertama yang kita lakukan adalah memasukan data pada halaman DATA VIEW di SPSS,kemudian ketik nilai variabel-variabel (Y,X1, dan X2)
 Pada halaman VARIABEL VIEV, dalam kolom Name ketik simbol (Y,X1,X2 ) dan pada Kolom Label ketikan nama Variabel ( Daerah,Sales,Promo dan Outlet)
 Pada kolom Type, variabel Y di pilih tipe Srting karena data yang ditampilkan pada DATA VIEW berupa huruf (nama daerah) sedangkan pada variabel X1,X2,X3 dipilih type Numeric karena data yang dtampilkan berupa angka.

Selanjutnya untuk mengolah data menggunakan analisis regresi, lakukan langkah-langkah berikut.
  • Klik Analyze, Regression, Linear

 Sehingga tampak tampilan seperti dibawah ini.
 Kemudian pindahkan Promo(x1),Outlet(x2) ke dalam kotak independent(s) dan Sales (y) pada kotak dependen seperti dibawah ini.
 Kemudian klik ”statistics” sperti yang ditunjukan dibawah ini.
 Selanjutnya akan tampak tampilan sperti dibawah ini, kemudian beri centang pada Estimates, Model fit, R Squared change,Descriptives,part and partial correlations,collinerity diagnostics
 klik continue..
 Selanjutnya akan tampil menu semula kemudian klik plot..

Kemudian tampilan plot sebagai berikut,,
Dan masukan *SDRESID  pada Y dan *ZRESID pada X seperti dibawah ini,kemudian klik ”continu sehinnga tampilannya menjadi sebagai berikut :
 kemudian akan tampak tampilan semula lalu Klik ”ok”
 Sehingga secara otomatis lembar output dari pengolahan data menggunakan analisis regresi dengan spss 12.0 ini ditampilkan seperti dibawah ini..




Demikianlah salah satu cara memasukkan dan mengolah data menggunakan SPSS . Untuk anda ketahui ,disini saya menggunakan SPSS 12 . Sekarang udah ada yang terbaru dan mungkin tampilannya sedikit berbeda . Selamat Mencoba ! :)
 
 
by:Ari Wau,S.Kom

Sabtu, 15 Juni 2013

Puisi " LUKA DALAM HATI"

Membinar terang rembulan
Pasi di atas bukit kelabu
Menorehkan seribu luka
Meriuhkan seribu tanya
Dari dalam tepian hati

Tanyaku telah mengembalikan
Pada kesepianku lagi dengan
Perlahan lirihnya hembusan
Angin yang kian mengikis

Aku pandangi titian malam
Menerang jauhnya malam
Tanpa satu titik pasti
Aku sandarkan kesuh-kesahku
Bersama hembusnya angin

Nyayian jangkrik ku jadikan
Pelipur hati meskipun goresan
Luka selalu pedih kurasa
Kala rintih hati memanggilmu

Dengarlah kasih:
Jauh di dalam sudut hatiku
Telah ter ukir namaMU seorang
Juga dengan kasih sayangMU
Yang telah memberi sejuta makna
Meskipun hanya bisa ku kenang
Namun seakan menari-nari
Di dalam pelupuk mata

Biarlah sinarMU
membinar
Di dalam hati layaknya
Terangnya lentera meskipun
Kelabu datang menyapa
Tetaplah kaulah sosok
penerangku

Kini aku tahu…
Sekarang telah
sendiri lagi
Di setiap hari-hariku tanpamu
Kini aku tahu…
Sekarang hanyalah
ilalang
Yang selalu tergoyah oleh angin

Serasa asaku telah terlantar
Berjubah lusuh
Karna rindu
Akan belaian kasih sayangMU
Yang kian tak terjamah hingga

Heningku telah tertunduk sayu
Akan tamaramnya sang rembulan
Kini lembayung malam telah
Membungkam penjuru kalbu

Biarlah ku tuntun luka dalam hati

Yang telah bersulamkan bara
Dan kian menggelora tanpa
Batas maupun tanpa haluan

” Luka Dalam Hati ”.

by: Ariande's W

Rabu, 12 Juni 2013

Alat Pendeteksi Warna Uang Dengan RGB Berbasis ATmega8

Alat Pendeteksi Warna

Uang dengan RGB

Berbasis ATmega8

 

Disusun Oleh:
Michel Ariande's Wau      NIM :09101152620205

JURUSAN SISTEM KOMPUTER
FAKULTAS ILMU KOMPUTER 
UPI-YPTK PADANG
2013
Kata Pengantar

Syukur Kepada Tuhan, dengan rahmat dan hidayah-NYA Allah Yang Maha Esa. sehinga Peroyek Akhir Semester III Sistem Komputer Upi-Yptk Padang  dengan judul “Aplikasi Pendeteksi Uang dengan Warna Berbasis ATmega8” terselesaikan, walaupun tidak sedikit ada hambatan maupun kesulitan.
Peroyek Akhir ini adalah salah satu persyaratan untuk menyelesaikan mata kuliah Mikrokontroler di semester III Sistem Komputer Upi-Yptk Padang. Dimana dalam penyusunanya didasarkan atas teori yang didapatkan di semester III, serta bimbing  yang terus menerus dari Dosen pengampuh mata kuliah Mikrokontroler dan jugak Dosen mata kuliah Bahasa Indonesia yang memberikan teknik pembuatan laporan serta pembuatan proposal yang baik.
Kami punsadar bahwa penulisan laporan Proyek Akhir ini masih belum sempurna dan masih ada yang perlu diperbaiki. Saran, keritik dan, masukan yang membangun dari semua pihak sangat membantu kami untuk pengembangan lebih lanjut. Akhirnya, kami berharap agar Peroyek Akhir semester III ini dapat bermamfaat bagi semua pihak,  jika ada kata-kata kami yang kurang berkenan serta terdapat kesalahan dalam penulisan Peroyek Akhir ini, kami mohon maaf sebesar-besarnya.

                                                                                                                              Padang,10 Januari 2013
Penulis
i
DAFTAR ISI
Halaman Judul
Kata pengantar  ………………………………………………………………………………i
Daftar isi …………………………………………………………………………………………ii
BAB I. PENDAHULUAN
1.1.            Latar Belakang ……………………………………………………………….1
1.2.            Perumusan Masalah …………………………………………………………..2
1.3.            Batasan Masalah ……………………………………………………………….2
1.4.            Tujuan dam Mamfaat …………………………………………………………2
1.5.            Metodologi ………………………………………………………………………2
1.6.            Sistematika Penulisan …………………………………………………………3
BAB II. LANDASAN TEORI
2.1       Umum ……………………………………………………………………………….4
2.2       Mikrokontroler Atmga85
2.2.1    Konfigurasi Kaki-kaki Mikrokontroler Atmega85
2.2.2    Diagram Blok Atmega86
2.2.3    Time/Counter7
2.2.4    ADC7
2.3       Prosedur Pengisian Program ke IC Mikrokontroler7
2.4       Bahasa C8
2.5       LED and Photodioda 9
2.6       LCD 10
BAB III. PERANCANGAN DAN PEMBUATAN HARD WARE
3.1       Spesifikasi Perancangan  11
3.2       Perancangan Perangkat Keras  12
3.3       Perancangan Umum 13
3.4       Perancangan Sensor    13
3.5       Perancangan LED RGB dan LCD      14
3.6       Perancangan Catu Daya14
3.7       Perancangan Perangkat Lunak15
BAB IV. PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA
4.1       Pengujian Perangkat Lunak    16
4.2       Pengujian Perangkat Keras Mikrokontroler Atmega8  19
4.3       Pengujian Perangkat Sensor   20
BAB V. PENUTUP
5.1       Kesimpulan21
5.2       Saran22
Daftar Pustaka

ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Begitu cepat perkemnagan ilmu pengetahwan pada dewasa ini, terutama dalam pengetahwan teknologi yang setiap menitnya selalu ada enopasi – enopasi yang terbaru yang langsung turun ke pasaran. Dan juga pada era ini Ilmu Pengetahwan dan Teknologi (IPTEK) tersebut, manusia dituntut terutama mahasiswa sebagai insan yang intlektual yang sebagai penerus cita-cita bangsa dituntut untuk mampu mengembangkan daya pikir, kemampuan dan kareatifitas serta diharapkan untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahwan dan teknologi yang begitu cepat perkembangannya.
Karena begitu pesat perkembangan teknologi pada zaman era ini, maka itu kami dari mahasiswa ikut ambil andil dalam kemajuan ilmu pengetahwan dan teknologi ini, yang mana kami mahasiswa Teknik Elektro Politeknik Negeri Batam diharapkan untuk membuat suatu alat bagian dari Peroyek  Akhir Semester III. Diamana dalam hal ini kami mengangkat tema yang berjudul “Alat Pendeteksi Warna Uang yang berbasis Atmega8”, alat ini bisa mendeteksi 3 (tiga) warna uang sekaligus menampilkan nilai uang yang ditampilkan melalui LCD 2×16.
Alat ini bisa digunakan untuk mempermudah para pedagang yang berjaualan di tepat-tmpat umum yang selalu ramai dengan para pengunjung sepertai, bandara, pelabuhan maupun di taman-taman kota. Alat ini di aplikasikan pada lemari es yang berpintu kaca bening yang sering digunakan pada minimarket maupun di kantin kampus. Diluar negeri alat seperti ini dinamakan pending mesin, yang mana alat seperti ini selalu ditaruh pada tempat – keramaian keramaian.
1
1.2. Perumusan Masalah
Adapun permasalahan yang diangkat dalam Proyek Akhir Semester III ini adalah sebagi berikut:
-          Bagaimana membuat alat pendeteksi warna uang yang  dari warna  analog yang dibaca ke digital, yang berdasarkan dengan dasar-dasar  warna digital RGB (Red, Green, Blue ).
-          Bagaimana merancang  instruksi masukan (perangkat lunak) dalam ATmega8, dalam melakukan proses jalanya alat sesuai dengan yang telah direncanakan.
1.3. Batasan Masalah
Agar lebih memfokuskan pembahasan dari permasalahan yang ada, maka permasalahan akan dibatasi sebagi berikut:
1. Alat yang dibuat berbasis mikrokontroler ATmega8.
2. Dalam mendeteksi inputan mengunakan sensor yang di koneksik ke
port  mikrokontroler ATmega8.
3. Rangkaian catu daya sebagai sumber listrik bagi peralatan yang dibuat.
1.4. Tujuan dam Manfaat
Adapun tujuan yang ingin dicapai dari pembuatan alat ini adalah:
-       Membuat perangkat keras  (hardware) alat pendeteksi warana uang.
-       Membuat perangkat lunak (software) dengan baik sehingga dapat menjalankan alat pendeteksi warna uang.
1.5. Metodologi
Metodelogi yang digunakan dalam melaksanakan Proyek Akhir Semester III ini adalah:
-          Menentukan masalah dan pencarian ide – ide perancang.
-          Mencari dan mempelajari teori – teori dari pustaka.
-          Pembuatan blok diagram dari system.
-          Merealisasikan alat dari belok diagram yang telah dibuat.
-          Menganalisa alat yang telah dibuat.
-          Menyusun kesimpulan dan menyusun laporan proyek akhir     semester III.
2
1.6. Sistematika Penulisan
Proyek akhir semester III ini terdiri beberapa bab serta lampiran dengan susunan sebagai berikut:
BAB I :           PENDAHULUAN
Menjelaskan tujuan dan kegunan alat yang akan dibuat yaitu alat
pendeteksi warna uang yang berbasis Atmega8.
BAB II   :        LANDASAN TEORI
Membahas dasar – dasar teori penunjang, antaralain mengenai
Mikrokontroler Atmega8 dan rangkaian – rangkai elektronika
lainya.
BAB III  :       PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT
Menerangkan tentang peranjangan alat yang dibuat, uraian dasar
perancangan secara elektronik dan membahas tentang program
pembuatan.
BAB IV  :       PENGUJIAN ALAT
Membahas tentang pengujian – pengujian system yang sudah
dibuat.
BAB  V  :        PENUTUP
Merupakan bagian penutup yang berisi kesimpulan dan saran
yang bermamfaat bagi pengembangan lebih lanjut.
3
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1       Umum
Mikrokontroler merupakan system komputer yang seluruh atau sebagian besar elmennya dikemas dalam satu chip IC, atau sering jugak di sebut single chip mikrokomputer. Mikrokontroler dapat dikelompokan dalam satu keluarga, masing-masing mikokontroler mempunyai spesifikasi tersendiri namun masih kompitebel dalam pemogramannya. Sebagai teknologi baru yaitu teknologi semikonduktor dengan kandungan transistor yang lebih banyak namun hanya membutuhkan ruang yang kecil serta dapat diproduksi missal (dalam jumlah yang banyak) sehingga jauh lebih murah dibandingkam dengan mikroprosesor.
Bukan seperti komputer, yang mampu menangani bermacam program aplikasi seperti pengolahan data, pengolahan angka dan sebagainya. Sedangkan mikrokontroler nanya dapat digunakan untuk satu aplikasi tertentu saja (hanya satu program saja yang bisa disimpan) dan perbedaan lainya terletak pada perbandingan RAM (random Acces Memory) dan ROM (Read Only Memory). Dalam system komputer perbandingan RAM dan ROM-nya lebih besar, artinya program – program penguat disimpan dalam RAM yang relative besar, sedangkan rutin – rutin antar muka perangkat keras disimpan dalam ROM yang kecil. Sedangkan pada mikrokontroler, perbandingan ROM dan RAM-nya lebih besar, program control disimpan dalam ROM (Bias Masked ROM atau Flash PEROM)  yang ukuranya relative besar, sedngkan RAM tempat penyimpanan sementara.
4
2.2       Mikrokontroler Atmga8
ATmega8 adalah mikrokontroler CMOS 8-bit berarsitektur AVR RISC yang memiliki 8K Bytes In-System Programmable Flash. Mikrokontroler dengan konsumsi daya rendah ini mampu mengeksekusi instruksi dengan kecepatan maksimum 16 MIPS pada frekuensi 16MHz. Berikut adalah fitur selengkapnya dari AVR ATmega8.
2.2.1    Konfigurasi Kaki – kaki Mikrokontroler Atmega8
Gambar 2.1 : Kompigurasi Kaki-kaki Atmega8
5
2.2.2    Diagram Blok Atmega8



Gambar 2.2 : Diagram Blok Atmega8
6
2.2.3    Time/Counter
Mikrokontroler ATmega8 memiliki taimer 16 bit. Timer ATmega8 memiliki 3 (tiga) fungsi umum yaitu :
- Menghitung waktu antara dua kejadian.
- Menghitung jumlah kejadian itu sendiri.
- Membangkitkan bound rate untuk serial port.
Kedua timer tersebut yaitu TIMER 0 dan TIMER 1. Kedua timer saling berbagi dua macam SFR (Special Function Register) yang mengontrol timer masing – masing timer memiliki dua macam SFR yang spesifik, yaitu TH0/TL0, untuk timer 0 dan TH1/TL1 untuk taimer 1.
2.2.4    ADC
ADC adalah singkatan dari Analog to Digital Converter. Fungsinya merubah data analog menjadi digital sehingga dapat diproses oleh mikrokontroller.
2.3       Prosedur Pengisian Program ke IC Mikrokontroler
Adapu prosudur atau tata cara pengisian program ke mikrokontroler Atmega8 adalah sebagai berikut :
-             Program dibuat dalam bahasa C yang ditulis di Code Vision AVR, namun bisa juga diketik dengan mengunakan editor yang mendukung dalam pengisian program pada mikrokontroler ATmega8.
-              Pada saat penyimpanan program yang dibuat sebaiknya disimpan pada satu folder, tujuannya agar supaya pada saat membutuhkan program yang telah dibuat dapat langung mendownloadnya.
-             Program yang telah disimpan harus di komplikasi (compiler), tujuannya agar program yang kita simpan menjasdi bahasa mesin sehingga dimegerti oleh mikrokontroler, dengan menekan F9.
-             Sebelum melakukan kompilasi trlebih dahulu melakukan pengecekan terhadap error pada program yang dibuat.
-             Untuk mulai mengisi atau mendownload program ke mikrokontroler langsung dengan Code Vision AVR, dengan cara menekan Ctrl+F9 maka tampil dilayar proses pengisian programing pada mikrokontroler tungu sampai pengisian 100%.
7
2.4       Bahasa C
Untuk menjelaskan sistem dari peralatan yang dirancang di perlukan perangkat lunak (software) yang disusun dengan diagram alir (flowchart) dengan mengunakan bahasa C Atmega8 :
-          Struktur Program Bahasa C

-          Tipe Data

Gambar 2.3 : Tabel Tipe Data CodeVisionAVR C
8
2.5       LED dan Photodioda
Sensor LED Photodioda merupakan sensor yang bekerja ketika ada cahaya LED yang dibiaskan pada photodioda. Sensor ini sebagai tempat menempelkan uang kertas yang mana warna dan nilai dari uang tersebut akan ditampilkan dari dua keluaran yaitu LED dan LCD.



Gambar 2.3 : Sensor LED Photodioda
9
2.6       LCD
Keluaran dari mikrokontroler yang dari analog ke tampilan digital adalah LCD 2×16 yang mana menampilkan data dari masukan (input) yang diproses oleh minimum system berbasis Atmega8.
Gambar 2.4 : LCD 2×16
10
BAB III
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN HARD WARE
3.1       Spesifikasi Perancangan
Alat ini merupakan pendeteksi warna uang yang brbasis mikrokontroler Atmega8. Adapun perencanaan dan pembuatan system ini dibagi menjadi dua bagian yaitu pembuatan harware dan pembuatan software.
Blok diagram perancangan dan pembuatan system sensor dan kendali kontroler pada protype alat pendeteksi warna uang kertas berbasis mikrokontroler Atmega8 di tunjukan pada diagram blok dibawah ini :



Gambar 3.1 : Diagram Blok Alat
3.2       Perancangan Perangkat Keras
Diamana dalam perancangan perangkat keras atau kesing alat, yang digunakan adalah box hitam yang berdimensi, pada gambar di bawah ini :
Gambar 3.2 : Dimensi Box 2D Tampak Atas










Gambar 3.3 : Dimensi Box 3D dan Gambar Alat Pendeteksi Uang
3.3       Perancangan Umum
Minimum system yang dirancang adalah minimum system yang dikendalikan oleh mikrokontroler ATmega8 serta perangkat – perangkat  pendukung untuk membentuk sebuah minimum system.
Gambar 3.4 : Rangkaian Perancangan Minimumsistem Atmega8
3.4       Perancangan Sensor
Sensor RGB kombinasi dari Photodioda dengan LED, yang mana LED berfungsi sebagai pemberian cahaya yang di pantulkan ke photodioa sekaligus sebagai masukan (input) data yang akan di masukan ke rangkaian minimum system.
Gambar 3.5 : Rangkaian Sebsor RGB
3.5       Perancangan LED RGB dan LCD
Rangkaian LED RGB dan LCD digunakan sebagai keluaran (output) dari mikrokontroler Atmega8 yang menampilkan data uang yang dimasukan. Rangkaian LED RGB menampilkan warna uang yang dimasukan, rangkaian LCD sebagai penampilan mata uang.
Gambar 3.6 : Rangkaian LED RGB
Gambar 3.7 : Rangkaian LCD
3.6       Perancangan Catu Daya
Dalam pembuatan minimum system ini dibutuhkan catu daya yang fungsinya sebagai sapplay tegangan pada rangkaian mikrokontroler, sensor, rangkaian LCD dan, rangkaian LED RGB.
Gambar 3.8 : Rangkaian Power Supply 5V
3.7       Perancangan Perangkat Lunak
Untuk menjalankan sistem dari peralatan yang dirancang diperlukan perangkat lunak (software) yang disusun dalam diagram alir (flowchart) dan menggunakan bahasa C Atmega8. Berikut gambar diagram alir (flowchart) program :
Gambar 3.9 : Flowchart Perancangan Software Pendeteksi Warna Uang.
BAB IV
PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA
Setelah melalui peroses perencanaan dan perancangan perangkat keras dan lunak, selanjutnya dilakukan pengujian pada alat untuk memastikan alat bekerja dengan baik. Pengujian dilakukan dengan cara mengaktifkan semua aplikasi dan sudah berisikan masing – masing perintah, kemudian jumlah keberhasilan kinerja pada alat yang telah dibuat. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan multimeter.
4.1       Pengujian Perangkat lunak
Pengujian perangkat lunak dapat dilakukan dengan cara melihat hasil yang dikeluarkan oleh alat apakah sudah sesuai dengan semestinya. Berikut program dari alat pendeteksi warna uang yang berbasis mikrokontroler Atmega8, sebagai berikut :
#include <mega8.h>
#include <delay.h>
#include <stdio.h>
// Alphanumeric LCD Module functions
#asm
.equ __lcd_port=0×12 ;PORTD
#endasm
#include <lcd.h>
#include <delay.h>
#define ADC_VREF_TYPE 0×60
// Read the 8 most significant bits
// of the AD conversion result
unsigned char read_adc(unsigned char adc_input)
{
ADMUX=adc_input | (ADC_VREF_TYPE & 0xff);
// Delay needed for the stabilization of the ADC input voltage
delay_us(10);
// Start the AD conversion
ADCSRA|=0×40;
// Wait for the AD conversion to complete
while ((ADCSRA & 0×10)==0);
ADCSRA|=0×10;
return ADCH;
}
// Declare your global variables here
char buf[33];
void ambil_data()
{
lcd_clear();
lcd_gotoxy(0,0);
sprintf(buf,”%d  %d  %d”,read_adc(3),read_adc(4),read_adc(5));
lcd_puts(buf);
delay_ms(100);
}
void main(void)
{
// Declare your local variables here
// Input/Output Ports initialization
// Port B initialization
// Func7=Out Func6=Out Func5=Out Func4=Out Func3=Out Func2=Out Func1=Out Func0=Out
// State7=0 State6=0 State5=0 State4=0 State3=0 State2=0 State1=0 State0=0
PORTB=0×00;
DDRB=0xFF;
// Port C initialization
// Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In
// State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T
PORTC=0×00;
DDRC=0×00;
// Port D initialization
// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In
// State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T
PORTD=0×00;
DDRD=0×00;
// Timer/Counter 0 initialization
// Clock source: System Clock
// Clock value: Timer 0 Stopped
TCCR0=0×00;
TCNT0=0×00;
// Timer/Counter 1 initialization
// Clock source: System Clock
// Clock value: 15,625 kHz
// Mode: Ph. correct PWM top=00FFh
// OC1A output: Non-Inv.
// OC1B output: Non-Inv.
// Noise Canceler: Off
// Input Capture on Falling Edge
// Timer 1 Overflow Interrupt: Off
// Input Capture Interrupt: Off
// Compare A Match Interrupt: Off
// Compare B Match Interrupt: Off
TCCR1A=0xA1;
TCCR1B=0×05;
TCNT1H=0×00;
TCNT1L=0×00;
ICR1H=0×00;
ICR1L=0×00;
OCR1AH=0×00;
OCR1AL=0×00;
OCR1BH=0×00;
OCR1BL=0×00;
// Timer/Counter 2 initialization
// Clock source: System Clock
// Clock value: 15,625 kHz
// Mode: Phase correct PWM top=FFh
// OC2 output: Non-Inverted PWM
ASSR=0×00;
TCCR2=0×67;
TCNT2=0×00;
OCR2=0×00;
// External Interrupt(s) initialization
// INT0: Off
// INT1: Off
MCUCR=0×00;
// Timer(s)/Counter(s) Interrupt(s) initialization
TIMSK=0×00;
// Analog Comparator initialization
// Analog Comparator: Off
// Analog Comparator Input Capture by Timer/Counter 1: Off
ACSR=0×80;
SFIOR=0×00;
// ADC initialization
// ADC Clock frequency: 1000,000 kHz
// ADC Voltage Reference: AVCC pin
// Only the 8 most significant bits of
// the AD conversion result are used
ADMUX=ADC_VREF_TYPE & 0xff;
ADCSRA=0×84;
// LCD module initialization
lcd_init(16);
while (1)
{
if((read_adc(3)>8&&read_adc(3)<13)&&(read_adc(4)>136&&read_adc(4)<156)&&(read_adc(5)>8&&read_adc(5)<13))
{
lcd_gotoxy(0,0);lcd_putsf(“Rp.20.000,00-”);
lcd_gotoxy(0,1);lcd_putsf(“Warna Hijau”);
OCR2=255;
delay_ms(2000);
}
if((read_adc(3)>7&&read_adc(3)<10)&&(read_adc(4)>119&&read_adc(4)<136)&&(read_adc(5)>8&&read_adc(5)<11))
{
lcd_gotoxy(0,0);lcd_putsf(“Rp.50.000,00-”);
lcd_gotoxy(0,1);lcd_putsf(“Warna Biru”);
OCR1A=255;
delay_ms(2000);
}
if((read_adc(3)>19&&read_adc(3)<36)&&(read_adc(4)>49&&read_adc(4)<101)&&(read_adc(5)>15&&read_adc(5)<70))
{
lcd_gotoxy(0,0);lcd_putsf(“Rp.100.000,00-”);
lcd_gotoxy(0,1);lcd_putsf(“Warna Merah”);
OCR1B=255;
delay_ms(2000);
}
else {
lcd_clear();OCR1A=0;OCR1B=0;OCR2=0;
lcd_gotoxy(0,0);lcd_putsf(“Masukkan”);
lcd_gotoxy(0,1);lcd_putsf(“Uangnya !”);
delay_ms(100);
}
};
}
4.2       Pengujian Perangkat Keras Mikrokontroler Atmega8
Pengujian mikrokontroller dapat kita lakukan dengan cara memasukkan program, dimana program tersebut memerintahkan semua port untuk mengeluarkan inputan 1 atau 5VDC, kemudian kita ukur tegangan yang keluar dari semua port mikrokontroller dengan multimeter.
19
4.3       Pengujian Perangkat Sensor
Pengujian perangkat sensor dapat kita lakukan dengan cara membuat program membaca data input dari photodioda yang kemudian ditampilkan data tersebut ke LCD display 16×2. pada saat photo dioda terkena cahaya maka nilai atau data yang tampil di LCD bernilai kecil, sedangkan bila photodioda tidak mendapatkan cahaya (gelap) maka nilainya akan besar.
Gambar 3.10 : Hasil Pengujian Alat Pendeteksi Warna Uang dengan
Nilai Uang 20.000, 50.000 dan, 100.000 Rupiah.
20
BAB V
PENUTUP
5.1       Kesimpulan
Dari hasil perancangan dan pengujian alat peroyek akhir yang berjudul “Alat Pendeteksi Warna Uang Berbasis Mikrokontroler Atmega8” maka dapat disimpulkan dan saran yang berguna untuk perkembangan proyek akhir ini. Berdsarkan landasan teori yang dibahas pada BAB II serta pengujian dan analisa yanng dibahas pada BAB IV, maka secara umum dapat ditarik kesimpulan bahwa :
-          Bahwa komponen yang digunakan harus bener – bener dipilih sesuai dengan fungsinya dan mempunyai kemampuan kerja maksimal seperti yang diharapkan dalam perancangan.
-          Bisa membuat protipe alat pendeteksi warna uang sesuai dengan yang diharapkan agar dapat dijalankan dengan sempurna.
-          Kekurangan dari alat ini adalah hanya bisa uang kertas dan warna yang masih cerah, serta uang yang bisa terdeteksi oleh sensor adalah tempat yang tertentu, seperti gambar uang berikut ini :
21
5.2       Saran
Untuk membuat alat pendeteksi warna uang berbasis mikrokontroler Atmeg8
yang dapat bekerja dengan baik sesuai dengan yang kita inginkan hal-hal yang perlu digaris bawahi adalah :
-          Perancangan hardware harus bener-bener teratur dan teliti dalam hal pembuatan dan pengujian.
-          Pemilihan komponen untuk pencetakan PCB harus bener – bener diperhatikan agar tidak terjadi terabel shoting yang terlalu besar.
-          Teknik pembuatan layout pada PCB diperlukan teknik yang teliti agar tidak terjadinya pengulangan pembuatan layout yang berulang – ulang.
-          Uang yang akan di baca oleh sensor harus bener – bener rapat.
22
Daftar Pustaka
Soebhakti Hendawan. 2009. “Sistem Mikrokontroler”.
Hartono Budi. 2007. “Perancangan dan Pembuatan  Alat Pencuci Mobil Sedan”.